Search This Blog

Saturday, 7 March 2015

Aku Anak Baik Mama | Jangan Hukum Aku



"Aku Anak Baik Mama"

Aku seharusnya bergembira dan tertawa senang, bersanda gurau dengan teman dan keluargaku. Tetapi saat di rumah, keceriaan dan kebahagiaanku lenyap. Mama tidak menyukaiku, mama selalu saja mencari kesalahan-kesalahan agar aku bisa di hukum. Aku terus mencoba menjadi anak kesayangan mama, tetapi aku tidak tahu caranya.

"Alexa," mama memanggilku, aku pun segera menghampiri suara itu dengan langkah cepat. Karena terlambat sedikit mama tidak segan-segan memukulku bersama teman mama.


"Iya mama," sahutku.



"Segera, makan, makananmu," ujar mama menaruh sepiring makan malamku.

Aku tidak menyukai sayur brokoli, aku menyisihkan makanan itu dari piringku. Lagi-lagi aku mendapatkan pukulan hebat. Siksaan panjang ini, bukan rahasia lagi bagi kehidupanku. Tiada hari tanpa penyiksaan bertupi-tupi.

Aku mencoba membuat daftar apa yang harus kuperbaiki, sama seperti Santa Clause selalu mencatat perbuatan baik dan buruk. Aku menuliskan diselembar kertas, sejauh aku ingat aku selalu meletakan segala sesuatu di tempat yyang benar, menghabiskan makan malam tepat waktu dan selalu bergegas untuk mandi.

Sedangkan kebiasaan burukku, aku selalu berbohong, aku sering berpura-pura tidak mendengar seseorang berbicara, aku super cuek, terkadang tidak segera merespons panggilan atau permintaan, tidak memakan semua makanan, kasar dan suka lupa meletakan sepatu pada tempatnya.

"Karena ini mama sering marah dan menghukumku, aku bukan anak yang baik. Aku harus menjadi anak yang baik untuk mama. Aku akan mencoba berubah," ujar Alex dalam hati.

Alex selalu merasa sendiri, mama tidak pernah memperhatikannya. Terkadang Alex merasa cemburu dengan teman-temannya yang selalu dimanja oleh mamanya. Tetapi Alex adalah Alex. Alex harus berjuang untuk membuat mama menyukainya dan Alex harus mencoba agar mama menyayanginya.

"Aku mencoba keras, tetapi selalu gagal. Aku takut, siksaan malam yang panjang membuatku tidak kuat. Mama aku anak baik, jangan hukum aku lagi. Aku minta maaf,"

"Diam kamu Alex, kamu harus dihukum. Kamu harus paham kesalahanmu. Ini adalah pelajaran bagi anak yang tidak baik."

Siksaan panjang itu akhirnya berakhir juga, mama tidak lagi memukul dan menyiksaku. Aku bisa tidur dengan tenang karena aku anak baik mama.


No comments:

Post a Comment

Hi Terimakasih Sudah bersedia mampir di Kitabahagia.com Tinggalkanlah jejak manis agar kiba bisa berkunjung balik. Asalkan jangan memberikan link hidup dan spam ya... Salam Bahagia


Follow by Email

Teman yang Bahagia

Google+ Followers

Subscribe