Search This Blog

Thursday, 16 February 2017

Apakah Stress Bisa Membuat Kita Makan Banyak

 Kecemasan Berpengaruh pada Nafsu Makan

Kitabahagia.com-  Sadar atau tidak sadar rasa cemas yang ada pada diri kita sangat berpengaruh besar pada pola makan kita. Entah itu bertengkar dengan pasangan, dead line  di tempat kerja, atau hanya terlalu banyak yang harus dilakukan. Sehingga kita berurusan dengan stress. Apabila kita  dihadapkan dengan banyak stres, maka bisa dipastikan itu akan mempengaruhi  kebiasaan makan kita.

Apakah ada hubungan pasti antara stress dan nafsu makan kita? Menurut salah seorang psikolog, setiap orang berbeda. Tidak semua memiliki kesamaan dalam hubungan stress dan nafsu makan. Sebab, stres menyebabkan beberapa orang  mengabaikan isyarat rasa lapar mereka dan menahan diri dari makan untuk waktu yang lama. Untuk orang lain, stres mengubah mereka menjadi pemakan secara emosional, yang tanpa berpikir terus mengunyah.



Berdasarkan pantuan beberapa piskolog, beberapa orang makan berlebihan ketika mereka merasa stres dan beberapa orang kehilangan jejak nafsu makan mereka. Sebab, mereka yang berhenti makan begitu terfokus pada stres mereka bahwa mereka tidak mendengar atau menyetel  isyarat rasa lapar mereka. Mereka yang makan berlebihan mencoba untuk mengalihkan perhatian diri dengan makanan.  
Otak kita mengirim isyarat ke tubuh kita ketika kita sedang merasa stres, bagian dari respon fight-or-flight kami yang membantu kita menghadapi ancaman yang dirasakan di lingkungan kita. Ketika kita merasa stres, tubuh kita mengirimkan kortisol, yang dikenal sebagai hormon stres. Kortisol dapat membuat kita menginginkan makanan dengan gula, asin dan berlemak, karena otak Anda berpikir itu membutuhkan bahan bakar untuk melawan ancaman apapun yang menyebabkan stres.



Efek pada metabolisme
Stres tidak hanya mempengaruhi kebiasaan makan saja. Baru-baru ini  penelitian baru menunjukkan stres dapat mempengaruhi metabolisme kita. Peserta yang melaporkan satu atau lebih stres, seperti argumen dengan rekan kerja atau pasangan, perbedaan pendapat dengan teman, masalah dengan anak-anak atau tekanan yang berhubungan dengan pekerjaan, selama 24 jam sebelumnya dibakar 104 kalori lebih sedikit daripada wanita non-stres dalam tujuh jam setelah makan makanan tinggi lemak.


 Bagaimana untuk memerangi stres
Tuntutan kerja harian dan kehidupan rumah, bahkan kehadiran konstan perangkat elektronik - menempatkan orang pada risiko tinggi untuk stres dan melampiaskannya pada makanan. Cara terbaik untuk memerangi stres atau makan emosional adalah menjadi sadar apa yang memicu stres makan dan siap untuk melawan dorongan tersebut.

 Bagian dari sedang dipersiapkan adalah untuk mempersenjatai diri dengan makanan ringan yang sehat dan juga melakukan olahraga teratur dan memastikan kita  cukup tidur setiap malam juga dapat membantu kita untuk lebih menangani tantangan-tantangan yang muncul setiap hari.  

Jadi cari tahu dulu penyebab kita stress dan kemudian kita bisa menemukan langkah awal untuk bisa lepas dari stress dan pola makan kita akan beranggsur-anggsur membaik. Stress diciptakan oleh diri kita sendiri dan lingkungan. Namun, kita bisa keluar dari persoalan tersebut.

Salam dan tetap Bahagia




4 comments:

  1. hahaha, kebiasaan itu. stres nggak stress pengennya makan . itu kebiasaan mas:). klu mbak gimana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau kebiasaan ane malah kebalik tuh mas, kalau banyak duit selera makan berkurang tapi kalau bokek waduh jangan ditanya hahaha jadi salah fokus

      Delete
  2. Temenku ada nih Mbak, stres mikir ujian, mikir gebetan, bawaannya makan mulu. Jadi gendut, ntar gendut dia makin stress.. duh duh, ngeri ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tuullll buanget mbak wahyu, stress tuh super serem pakai banget

      Delete

Hi Terimakasih Sudah bersedia mampir di Kitabahagia.com Tinggalkanlah jejak manis agar kiba bisa berkunjung balik. Asalkan jangan memberikan link hidup dan spam ya... Salam Bahagia


Follow by Email

Teman yang Bahagia

Google+ Followers

Subscribe