Eksplore Penyengat, Pulau Mas Kawin

Monday, 1 May 2017 1 comments
Menelusuri Jejak Sejarah Pulau Penyengat

Kitabahagia.com- Sebelum matahari menampakan sinarnya, hujan telah membasahi bumi. Kiba berharap hujan akan segera berhenti. Sebab, hari ini, Kiba hendak melakukan adventure kembali ke Pulau Penyengat. Dalam bulan April 2017 ini, Kiba sudah dua kali berkunjung ke Pulau Penyengat. Di pertengahan bulan April, Kiba tidak beruntung bisa menjajaki Pulau Penyengat karena faktor cuaca yang buruk. Hujan mengguyur Pulau Penyengat dan membuat ombak bergelora.

Di akhir April, tepatnya 29 April 2017 ini, Kiba kembali menelusuri jejak sejarah di Pulau Penyengat. Cuaca tidak bersahabat, tetapi cukup menyenangkan. Sisa rintikan hujan dan awan mendung masih menggantung di langit membuat nuansa syadu. Perjalanan antara  Pelantar Penyengat menuju Pelabuhan Penyengat tidak membutuhkan waktu lama, sekitar 15 menit kapal yang membawa penumpang mulai memasuki Pulau Penyengat. Pemandangan rumah panggung terlihat dari kejauhan. Dari bentuk rumah panggung, bisa dilihat perbedaan perekonomian penduduk setempat.

Rumah panggung masyarakat Melayu

Meskipun di pesisir pantai Rumah panggung yang modern dan terlihat indah menandakan penghuni atau pemilik rumah memiliki perekonomian yang maju. Apabila dibandingkan bentuk perumahan lainnya. Salah seorang mengatakan, apabila di cat dan diubah semenarik mungkin. Kesan kumuhnya akan hilang. Opini tersebut 100 persen benar. Sebab, menilik tetangga Europe dan juga daerah Jawa dimana lokasi kumuh di cat warna-warni malah membuat lokasi kumuh tersebut menjadi destinasi wisata baru.

salah satu bentor Pulau Penyengat yang bisa digunakan pengunjung

Sedangkan Pulau Penyengat sudah termasuk heritage alias warisan. Karena itu tidak heran sisa-sisa puing sejarah plus Masjid Kesultan Riau Pulau Penyengat yang masih berdiri kokoh. Walaupun sudah ada perubahan yang signifikan dalam segi warna masjid tetapi tidak mengubah keseluruhan Masjid yang ada di Penyengat.

 Sstsss, Kiba tahu ini bukan rahasia umum lagi jika Masjid Penyengat memiliki ciri khas khusus yang memiliki nilai jual sejarah yakni Masjid Penyengat terbuat dari campuran semen dan putih telur. Keren bukan! Menelusuri Masjid Sultan Riau sambil melakukan sholat di Masjid peninggalan masa sejarah Riau Lingga.


Bahkan usai melakukan sholat, kita bisa menelusuri makam-makam pahlawan yang ada di Pulau Penyengat. Komplek makam di Pulau Penyengat merupakan jejak di mana masa petinggi Kerajaan Riau Lingga pernah ada dan menjadi saksi sejarah masa kesultanan Riau. Mereka adalah Raja Hamidah, Raja Ali Haji, Raja Ahmad, Raja Ja'far, juga Raja Haji Fisabilillah.

Dengan tingkat peranan dalam sejarah, maka bentuk makam tiap tokoh berbeda satu dengan yang lain. Walaupun begitu unsur Melayu masih tetap terlihat dengan nuansa balutan berwarna kuning.  Khusus Makam Raja Ali Haji tertulis di dinding makam tentang Gurindam 12 yang menjadi fenomenal dan cikal balik bahasa Indonesia. Tidak hanya komplek pemakaman yang bisa ditelusuri tetapi jejak sisa bangunan pada masa kerajaan Lingga masih bisa dilihat dan menikmati bangunan tersebut. Meskipun ada yang masih utuh maupun berupa puing tetapi menelusuri jejak sejarah di Pulau Penyengat merupakan momen yang indah.


 Sebab Pulau Penyengat juga menyimpan pemandangan yang indah yang bisa dilihat dari bukit kursi. Tidak ingin mengelilingi pulau dengan berjalan kaki? Tidak masalah, sebab ada banyak pilihan becak motor yang siap mengantar kita kemana saja kita mau. Setidaknya satu jam mengelilingi Pulau Penyengat dengan becak motor membuat kita mendapatkan sensasi yang berbeda. Apabila kita menelusuri dengan berjalan kaki. Namun, keduanya patut dicoba dan dinikmati setiap detik ketika melakukan adventure di Pulau Penyengat. Jangan lupa, menikmati kesegaran ikan dan makanan khas Pulau Penyengat yang membuat lidah bergoyang MANTAP!



Ingin mencoba menikmati malam di Pulau Penyengat? Tidak masalah, sebab sudah ada beberapa home stay yang dibuka untuk menerima tamu yang ingin merasakan sensasi Pulau Penyengat di malam hari. Liburan di Pulau Penyengat tidak hanya sekedar Masjid yang terbuat dari semen putih telur tetapi juga ada beberapa spot yang bisa membuat kita merasa terpana. Apalagi, liburan di Pulau Penyengat harga sangat terjangkau dan menyenangkan melakukan explore Pulau Penyengat dari pagi hingga sore.

  
Sebab Kapal atau masyarakat tempatan menyebutnya pompong beroperasi mulai pagi hingga pukul 5 sore. Harga tiket yang sangat terjangkau yakni Rp 14.000 sudah pulang pergi antara Tanjungpinang dan Penyengat. Nikmati keunikan wisata di Pulau Penyengat, belajar banyak hal dan membuat tubuh kuat. Karena kaki bisa melangkah lebih banyak dan membuat badan fit, walaupun hanya sekitar 4 kilo mengeksplor Pulau Penyengat di jamin membuat badan sehat dan semakin semangat untuk melakukan aktivitas di luar ruangan.


Hidup sehat dimulai dari diri sendiri, jangan memanjakan diri dengan duduk santai tetapi mulailah menjelajahi wisata baru dalam pesona Indonesia yang banyak memikat orang luar tetapi kita sendiri masih enggan beranjak ke pangkuan Ibu Pertiwi dengan menjejakan kaki ke wisata yang berbeda dengan keunikan dan keragaman. Sebab, Indonesia itu kaya. Karena itu, coba tantang diri untuk bisa menjelajahi keseluruhan Pulau Penyengat. Dengan catatan, jangan lupa kondisi badan harus fit dan membawa air mineral untuk melepas dahaga ketika mengeksplor tiap sudut Pulau Penyengat.

1 comments:

Post a Comment

Hi Terimakasih Sudah bersedia mampir di Kitabahagia.com Tinggalkanlah jejak manis agar kiba bisa berkunjung balik. Asalkan jangan memberikan link hidup dan spam ya... Salam Bahagia