Diantara Festival Kuliner dan Gurindam 12

Wednesday, 26 October 2016 4 comments
Rangkaian Festival Bahari Kepri 2016


Hujan mengguyur Tanjungpinang, padahal sejak satu hari terakhir. Aku tidak sabar menantikan festival kuliner 10 kampung. Entah apa yang ada dibenakku kala itu. Aku tidak sabar. Petir dan gemuruh datang silih berganti. Bahkan setiap dua menit sekali. Sesekali kilat memperlihatkan wujudnya.

Jam terus bergerak dari angka 11, hujan turun ditambah mati lampu. Lengkap sudah penderitaan hari ini. Aku tidak bisa membayangkan, bagaimana festival kuliner itu. Entahlah, apa yang aku bayangkan, banyak makanan yang lezat yang bisa dipilih dan dibeli sesuai dengan budget.

Aku membayangkan stand yang besar dan luas seperti Dragon Boat beberapa tahun silam yang diselenggarakan di perairan laut Tanjungpinang dengan garis finish Pulau Penyengat. Dragon Boat tahun ini yang merupakan serangkaian Festival Bahari Kepri diselenggarkan di Sungai Carang selama tiga hari berturut-turut. Final, Dragon Boat itu juga diguyur hujan. Mungkin kota Tanjungpinang, Pulau Bintan sedang memasuki musim penghujan.
 
foto festival kuliner beberapa tahun silam
Berpacu dengan dinginnya udara selepas hujan dan gerimis masih mengintai. Akhirnya, sampai juga aku di Melayu Square. Bertemu teman-teman lama, karena lokasinya terbatas. Tidak seperti Dragon Boat di Sei Carang. Mataku menelusuri stand-stand Festival Kuliner. Sungguh, sekilas terasa kecewa. Karena tidak seperti yang dibayangkan. Beberapa kampung stand sudah tutup. Karena barang dagangannya sudah habis.

Yang tersisa beberapa stand yang masih bertahan, tetapi makanan yang mereka jual merupakan keripik dan beberapa kue serta nasi lemak. Tentu saja, awal niat datang ingin menikmati beberapa kuliner yang mencerminkan ciri khas Pulau Bintan, seperti kue jala, tetapi saat aku menelusuri tidak menemukan.

Ya sudah lah, sedikit terhibur saat melihat adik-adik antusias untuk mengikuti kegiatan lomba pantun gurindam 12. Mereka tetap semangat. Sayang sekali, aku tidak sempat mengabdikan momen tersebut. Keburu ponsel berdering menandakan alarm pengingat janji. Mama hendak menggunakan motor untuk urusan penting.

Hal yang paling menyenangkan di Kota Tanjungpinang adalah partisipasi warga kota Tanjungpinang yang luar biasa. Mereka tetap semangat mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Walaupun gerimis mengundang tak membuat semangat surut. Pembukaan acara tersebut langsung dibuka Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah dan Kepala Dinas Pariwisata, Guntur Sakti.

NOTE: for goverment from blogger
Acara tahunan ini mudahan dikemas lagi lebih baik kedepannya. Khususnya festival kuliner, jangan sampai terkesan sekedar jualan makanan saja, tetapi lebih menunjukan kuliner kota Tanjungpinang. Bukankah sekaligus mengenalkan wisata kuliner, bukan sekedar jualan.

Salam Bahagia Selalu
 



note: foto menyusul, ponsel lagi gak kebaca laptop



4 comments:

  • Citra Pandiangan said...

    tidak sempat berjumpa dengan mereka, sabtu sedikit sibuk karena melakukan pelayanan dulu di gereja sampai sore. mengunjungi orang sakit di rumah sakit memberikan bingkisan kecil dan ucapan semoga cepat sembuh hehehe...

Post a Comment

Hi Terimakasih Sudah bersedia mampir di Kitabahagia.com Tinggalkanlah jejak manis agar kiba bisa berkunjung balik. Asalkan jangan memberikan link hidup dan spam ya... Salam Bahagia