Search This Blog

Sunday, 4 September 2016

Kebebasan yang Bertanggungjawab



Mengenal Dekat Diah Dwi Arti a.k.a damarojat

Kitabahagia.com~ Setiap orang selalu mencari kebebasan dalam mengekspresikan diri, begitu juga dalam kebahagiaan. Tingkat kebahagiaan setiap orang berbeda. Bagi Diah Dwi Arti kebahagiaan untuk dirinya adalah menulis pada rumah dunia mayanya. Apalagi hobi menulis ini sudah ditekuninya sejak SD.

“Sejak masih belajar di SD saya sudah suka menulis. Waktu itu menulis cerita anak-anak bertema petualangan,” ucap Diah Dwi Arti.

Bermula sekedar menulis buku harian (diary) yang berisikan curhatan mengenai kegiatan apa pun yang dilakukannya. Dari situlah minat menulisnya berkembang dan seiring perkembangan teknologi. Buku harian tidak lagi harus dalam bentuk buku, tetapi juga bisa dalam bentuk digital, yakni dengan cara ngeblog.

“Blog menjadi pilihan saya untuk menulis di era internet ini. Soalnya menulis di blog itu bebas tapi bertanggung jawab,” ungkapnya.

Kebebasan yang dimaksud Diah Dwi Arti adalah kebebasan dalam  milih topik, bebas menggunakan tanggal publikasi, bebas milih gaya penulisan, bebas menggunakan gaya bahasa yang dipakai dalam memposting suatu artikel pada blognya.

“Yang jelas semuanya terserah padaku, walaupun bebas tetap bertanggung jawab. Karena tulisan di blog itu bisa dibaca siapapun, kapanpun, di manapun,” tutur Diah Dwi Arti mengingatkan.

Sebab banyak yang lupa makna dari kebebasan berekspresi, dengan menuliskan status atau pun tulisan yang tidak bertanggungjawab. Meskipun blog adalah personal bagi para blogger, tetap saja penulis harus bertanggungjawab terhadap konten yang ada.

Menurut Diah Dwi Arti , bahagia itu ketika yang baca menanggapi tulisannya secara positif. “Terus terang saya belum pernah nulis sesuatu yang kontroversial. Belum siap dengan risiko mendapat komentar negatif,” ungkapnya.

Setiap penulis tentunya mengharapkan hasil karyanya banyak dibaca pembaca dan memberikan tanggapan yang positif. Sehingga memicu semangat untuk tetap menulis. Diakui Diah Dwi Arti, dirinya merasa sangat bahagia  kalau ada yang berkomentar bahwa tulisannya membantu pembaca menghadapi masalahnya.  “Wow, serasa membuncah dada ini dan makin ingin nulis lagi,” terangnya.

Tidak semua blogger dalam ngeblog mendapatkan trafik pembaca yang memukau. Namun, bukan berarti para blogger yang masih belum memiliki banyak pembaca dengan jumlah pembaca yang fantastis membuat blogger menyerah.

“Trafik blog saya belum bisa dibilang tinggi yang artinya belum banyak yang baca. Biar ramai, saya share di medsos saja, terutama facebook, karena sasaran saya adalah ibu-ibu muda dan paruh baya. Di facebook banyak ibu-ibu seumuran itu,” terangnya.

Setiap blogger memilik target pembaca yang berbeda, khusus untuk Diah Dwi Arti memang sengaja menarik minat pembaca ibu-ibu muda dan paruh baya untuk bertandang ke rumah mayanya. Sebab tema yang dibahas Diah Dwi Arti memang mengenai kehidupan para ibu-ibu.

Tidak ada orang yang sempurna, namun bukan berarti ketidak sempurnaan membuat kehidupan menjadi tidak bahagia. Tergantung bagaimana setiap orang menyingkapi kekurangan dari ketidak sempurnaan kehidupan yang dimiliki untuk menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya.

Menurut ibu dari dua anak ini, tips bahagia versinya adalah lebih sering melihat kelebihan diri sendiri daripada kekurangan diri. “Caranya? Jika ada yang memuji, baik memuji tulisan kita, pencapaian kita ataupun memuji anak kita, misalnya, simpan baik-baik pujian itu dalam memori. Saat kita sedang merasa mental kita menurun, jatuh atau terpuruk, keluarkan pujian itu dari kotak ingatan. Nikmati dan rasakan sensasinya hingga kita merasa beruntung pernah menjadi orang yang membuat orang lain kagum,” terangnya.

Dijelaskan Diah Dwi Arti, hal itu dimaksud bukan untuk  berbangga-bangga tetapi  dengan cara ini kita bisa lebih mudah bersyukur.

Nah, itu adalah versi dari Diah Dwi Arti dalam menemukan kebahagiaan dalam kehidupannya. Kalau versi pembaca kitabahagia.com seperti apa? Tentunya dalam ngeblog, setiap blogger mendapatkan sensasi jika rumah mayanya mendapatkan kunjungan alias pembaca. Berbagai cara dilakukan baik newbie maupun senior blogger.

Menurut Diah Dwi Arti,  menulis dengan hati. Jangan maksain nulis yang tidak sesuai dengan nurani kita meski topik itu sedang trending. “Gunakan gaya bertutur kita sendiri, minimalisir typo dan hindari bahasa alay. Promosikan blog di grup-grup medsos dan blog walking (BW) dan berkomentar pada tulisan blogger lain dengan komentar yang baik,” ujarnya memberikan tips agar newbie blogger bisa mendatangkan pembaca di rumah maya.

Untuk tetap eksis ngeblog, tidak perlu gengsi menggunakan gratisan dari penyedia layanan ngeblog. Saya masih ngontrak rumah di blogspot, hehe... Kenapa masih pakai gratisan? Hmmm...pingin juga sih pindah ke TLD, tapi untuk sementara ini biarlah saya membangun blog saya dulu dengan lebih mantap sembari nabung. Saya ingin citra blog http://damarojat.blogspot.com terpatri kuat sebagai blog tentang perempuan dan keluarga dulu,”  pungkas Diah Dwi Arti.

http://damarojat.blogspot.com


Pembaca kitabahagia.com ingin berkenalan lebih dekat dengan ibu dua anak ini yang konsisten membangun rumah mayanya di damarojat langsung saja yuk capcus. Tidak kenal, maka tidak sayang. Bertandang dan membuka silahturahmi yuk. Banyak informasi menarik yang bisa didapat, tidak rugi lho. Walaupun topik yang dibahas seputar wanita, bukan berarti blogger pria dilarang mengintip. Jadi, tunggu apalagi.


Salam Bahagia

1 comment:

  1. aih...makasih mbak. manis ulasannya. semoga blognya makin ramai dan eksis ya.

    ReplyDelete

Hi Terimakasih Sudah bersedia mampir di Kitabahagia.com Tinggalkanlah jejak manis agar kiba bisa berkunjung balik. Asalkan jangan memberikan link hidup dan spam ya... Salam Bahagia



Follow by Email

Teman yang Bahagia

Google+ Followers

Subscribe