Search This Blog

Thursday, 8 December 2016

Kisah Inspirasi Batu, kerikil, dan pasir

Belajar Makna Kehidupan Dibalik Persoalan

Kitabahagia.com- Kehidupan memiliki perjalanannya sendiri, kita tidak bisa menghakimi jalan kehidupan teman dengan yang lain. Begitu juga membandingkan kehidupan kita dengan kehidupan teman. Sebuah kisah insipirasi hadir untuk menguatkan kita bersama dalam menjalani kehidupan bagaikan roller coaster.

Kali ini, Kiba ingin berbagi kisah yang mungkin sudah banyak beredar di internet dan sudah banyak temans membaca. Tetapi, tidak ada salahnya mengingatkan kembali sebuah kisah inspirasi yang bisa membuat kita tetap memiliki rasa optimis dalam kehidupan. Let’s read this together temas.

 
Batu, kerikil, dan pasir

Di salah satu universitas jurusan filsafat, seorang profesor berdiri di depan kelas sambil membawa tempat selai yang kosong. Lalu, Profesor memasukan beberapa batu, kerikil dan pasir ke dalam toples kosong tersebut. Semua mahasiswa tertarik untuk melihat demonstrasi yang dilakukan profesor itu. 

Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, profesor mulai meletakkan batu-batu kecil ke dalam toples satu  per satu. Para mahasiswa  bingung, tapi profesor tidak memberikan penjelasan dulu. Setelah batu-batu itu sampai ke leher toples, profesor berbicara untuk pertama kalinya hari itu. Dia meminta mahasiswa untuk  berpikir apakah toples itu sudah penuh? Para mahasiswa sepakat bahwa toples itu sudah penuh.


Profesor itu lalu mengambil kerikil di atas meja dengan perlahan menuangkan kerikil tersebut ke dalam toples. Kerikil kecil menemukan cara masuk di antara batu-batu besar itu. Profesor  kemudian mengguncang toples dengan pelan untuk melihat apakah kerikil tetap berada di  dalam  toples. Dia kemudian kembali bertanya  apakah  toples itu sudah penuh? Kembali mahasiswa itu setuju bahwa toples telah penuh.

Mahasiswa sudah bisa menebak apa yang akan profesor  dilakukan selanjutnya, tapi mereka masih tidak mengerti mengapa profesor melakukan hal itu, tanpa penjelasan. Profesor itu mengambil pasir dan menuangkannya ke dalam toples. Pasir, seperti yang diharapkan, mengisi setiap ruang yang tersisa dalam  toples. Profesor   bertanya kembali,  apakah toples itu penuh, dan jawabannya adalah  YA.


Profesor itu kemudian menjelaskan bahwa toples adalah analogi untuk kehidupan. Dia menyamakan batu ke hal yang paling penting dalam hidup seperti kesehatan yang baik, pasangan temans, anak-anak temans- semua hal yang membuat hidup yang lengkap. Dia kemudian membandingkan kerikil untuk hal-hal yang membuat hidup kita nyaman seperti pekerjaan, rumah, dan mobil. Akhirnya, ia menjelaskan pasir adalah hal-hal kecil yang tidak terlalu penting.

Baca juga: Tips Traveling seorang diri

Menempatkan pasir di jar pertama akan meninggalkan tidak ada ruang untuk batu atau kerikil. Demikian pula, mengacaukan hidup kita dengan hal-hal kecil akan tidak meninggalkan ruang untuk hal-hal besar yang benar-benar patut diperhitungkan. Karena itu, ada baiknya hanya memperhatikan segala sesuatu yang penting bagi kehidupan yang memuaskan kebahagiaan kita, seperti menghabiskan waktu dengan anak-anak  dan pasangan. Daripada memprioritaskan ke hal-hal yang tidak penting bagi kehidupan. Jangan smapai pasir memenuhi toples kehidupan kita.


Kiba sangat tersentuh dengan kisah inspirasi di kamis ceria ini. Kiba merasa bahwa kehidupan kiba bekalangan ini sangat berat, membuat kiba merasa tak bahagia. Kembali, lagi, Kiba diingatkan untuk memprioritaskan kebahagiaan yang sempurna dibanding hal-hal kecil yang membuat kehidupan merasa tak berarti dan menyengsarakan. Bagaimana dengan temans? Semoga tetap semangat ya dalam menjalani kehidupan di akhir tahun 2016 ini.

Cheers eh Salam dan Tetap Bahagia

 

Citra Pandiangan


Image Credit - Featured, 1, 2

3 comments:

  1. pagi pagi uda baca inspirasi ini, hidup sekarang terasa berat, apa lagi bagi adik. persaingannya untuk mendapatkan kerja lumayan keras -_-

    ReplyDelete
  2. @ mas Fajar
    sorry mas, baru bisa balas pesan ahaha sama dong, hidup terasa berat menanti kabar yang tak menentu

    @ mb Wahyu
    thanks mbak, mari semangat

    ReplyDelete

Hi Terimakasih Sudah bersedia mampir di Kitabahagia.com Tinggalkanlah jejak manis agar kiba bisa berkunjung balik. Asalkan jangan memberikan link hidup dan spam ya... Salam Bahagia


Follow by Email

Teman yang Bahagia

Google+ Followers

Subscribe