Search This Blog

Thursday, 17 August 2017

Aroma






Kitabahagia.com-Sudah lama ya tidak berbagi kisah motivasi maupun inspirasi. Entah kenapa tiba-tiba Kiba teringat sebuah kisah lama dan Kiba ingin mengulanginya kembali di blog www.kitabahagia.com sepertinya Kiba belum pernah menuliskannya.



Ada alkisah seorang pemuda yang hidup miskin. Pada suatu hari, ia merasa kelaparan tetapi dia hanya dibekali nasi putih saja. Awalnya dia enggan untuk makan, tetapi perutnya terasa lapar semakin lapar ketika mencium aroma masakan yang luar biasa dari kedai makan. Lalu, ia mendatangi kedai makan dengan aroma masakan yang semakin tajam terciumnya. 

 
Ia pun segera mengeluarkan bekal makan siangnya itu yang seadanya yakni nasi putih. Ia makan itu sambil menghirup aroma ayam panggang, sayur bening, sambal belacan dan berbagai aroma yang membuatnya berselera untuk mengunyah nasi putih itu. Usai pemuda itu makan, tiba-tiba seorang pria ngendut meminta duit. Pemuda sederhana itu bingung. Karena dia tidak menggambil lauk apapun dari kedai makan itu.

“Kamu harus membayar dua keping emas,” sahut pria ngendut itu di depan pemuda sederhana itu. Pemuda itu mengatakan dia tidak mengambil apapun. Dengan congkak, pria ngendut itu membawa pemuda sederhana itu menghadap raja dan menuntut haknya. Pemuda itu menjelaskan duduk perkaranya. Raja mendengarkannya dengan seksama. Raja lalu bertanya kepada pria ngendut itu. pria ngendut itu berasa berada di atas angin. Dia pun mengungkapkan alasannya kenapa dia meminta dua keping emas. Sebab pemuda itu makan dengan lahap ketika mencium aroma masakan di kedainya.


 Lalu raja meminta pemuda sederhana itu untuk membayar. Karena pemuda sederhana itu tidak memiliki dua keping emas. Maka raja meminta pemuda itu maju dan menyerahkan dua keping emas. Saat raja menyerahkan dua keping emas kepada pemuda itu, terdengarkan suara kerincing uang. Dalam benak pria ndut itu, ia merasa akan mendapatkan banyak keuntungan.

Ketika pemuda itu mau menyerahkan duit itu. raja bertanya kepada pria ndut itu apakah dia mendengar suara uang dua keping emas itu. Dengan penuh semangat, pria ndut itu berkata ia dia mendengarnya. Raja lalu berujar kalau begitu pemuda tersebut sudah membayar uangnya kepadaku.


“Tetapi aku belum menerima uang itu,” tolak si pria ndut itu tidak terima. Raja dengan suara lantang mengatakan bukankah pemuda itu juga tidak menerima lauk apapun. Dia hanya mencium aroma masakan, maka aroma masakan tersebut dibayarkan dengan suara gemerincing uang emas.”

Pria ndut itu merasa malu dan keluar dari istana raja. Sedangkan uang dua keping tersebut raja serahkan kepada pemuda itu untuk dipergunakan dengan bijak. Setiap kehidupan manusia memiliki AROMA.


Aroma yang sangat menyengat, aroma yang tercium menawan dan bahkan aroma yang tidak sedap. Aroma kehidupan manakah yang kamu miliki dan kamu sukai? Mari, kita keluarkan aroma yang sedap dan tahan lama sehingga kehidupan kita akan semakin bahagia dengan kebahagiaan sejati.

Salam dan Tetap Bahagia




No comments:

Post a Comment

Hi Terimakasih Sudah bersedia mampir di Kitabahagia.com Tinggalkanlah jejak manis agar kiba bisa berkunjung balik. Asalkan jangan memberikan link hidup dan spam ya... Salam Bahagia


Follow by Email

Teman yang Bahagia

Google+ Followers

Subscribe