Search This Blog

Tuesday, 8 August 2017

Kesadaran Itu Perlu

Tingkatkan Wisata Pulau Bintan

 

Kitabahagia.com-Pepatah lama mengatakan satu kepala tidak cukup untuk membuat suatu gebrakan luar biasa. Benarkah hal itu? Lebih dari satu kepala lebih baik dibandingkan dengan satu kepala? Bisa dikatakan hal itu ada benarnya juga. Karena ide yang fresh dan original akan berdatangan dengan memberikan masukan yang bermanfaat.

Tadi malam, Kiba memiliki waktu untuk menghadiri pertemuan Genpi Tanjugpinang dan Genpi Bintan yang diselenggarakan di cafe warisan Tanjungpinang di Batu 11. Kiba datang lebih awal dikarenakan lokasi tersebut dekat dengan tempat demo diving yang diadakan di Hotel Aston Tanjungpinang. Suasana masih sepi, ketika Kiba datang. Namun lambat laun, satu per satu orang mulai berdatangan.

Wah, ramai banget (padahal yang datang bisa dikatakan belasan atau under 20 orang). Pertemuan ini, konon, kabarnya adalah pertemuan pertama yang diadakan Genpi Kepri sebagai tuan rumah yang mengumpulkan anggota Genpi Tanjungpinang dan Genpi Bintan. Pada kesempatan itu, turut hadir Pak Boer selaku Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Ibu Renny selaku Kepala Dinas Pariwisata Tanjungpinang dan Pak Luki selaku Kepala Dinas Pariwisata Bintan.



Dalam ajang perkenalan diri, Kiba suka banget dengan gaya bahasa maupun tutur dari Pak Luki dimana beliau memang konsisten dari awal untuk membangkitkan gairah wisata yang ada di Kepri, khususnya Kabupaten Bintan. Hal itu terlihat dari sistem kerjanya dan juga semangatanya ketika mengajak adik-adik atau anggota Genpi Tanjungpinang dan Genpi Bintan untuk turut belajar menjadi guide dibawah naungan organisasi yang mengurus pariwisata.


That is true! Karena pariwisata harus digiatkan bukan tergantung pada pemerintah saja tetapi juga mereka yang peduli pentingnya meningkatkan standar wisata agar semakin bergairah bidang pariwisata di Indonesia khususnya di Tanjungpinang. Apalagi ternyata banyak sekali spots yang indah dan promosi itu sangat penting untuk menarik pengunjung datang. Namun bukan berarti kita wajib menyebar berita HOAK, SARA apalagi isu POLITIK dalam suatu gerakan peduli wisata yang ada di Indonesia. Rupanya konsep tersebut juga dianut oleh GENPI di seluruh Indonesia. Nah, jadi, sebagai manusia yang menyukai keindahan kesadaran itu sangat penting.


Biasanya mereka yang mencintai keindahan dalam kisah perjalanan akan membuat wawasan dan ide lebih berkembang dengan melihat kondisi dari luar. Yang kemudian hari bisa diadop untuk daerah masing-masing. Sama halnya dengan Pulau Penyengat, Pak Boer sendiri masih mencari celah bagaimana Pulau Penyengat menjadi ciri khas icon kota Tanjungpinang.


Menilik negeri tetangga, Pulau Ketam yang mana pulau ini memiliki sesuatu yang bisa dikatakan menjual kehidupan lokal dan fresh seafoodnya yang so yummy. Kenapa kita tidak bisa melakukan hal yang sama terhadap Pulau Penyengat? Nah, PR buat Pak Boer dan Ibu Renny bagaimana mereka bisa menjadikan Pulau Penyengat sebagai pulau yang best and worth it untuk dikunjungi. Sedangkan Pulau Bintan, khususnya Kabupaten Bintan, sudah banyak spot liburan yang menarik hanya saja satu kekurangan dari segi pantai yang ada di Trikora, pantainya memang indah tetapi agas atau serangga yang menggigit masih banyak. Bagaimana pantai ini bisa indah seperti pantai yang ada di Bali maupun Lombok.


Pasalnya, ketika Kiba liburan selama 15 hari di Bali dan Lombok plus ke Pulau Gili Terawangan dan sekitarnya. Kiba tidak pernah merasakan binatang yang menggigit dan mengganggu Kiba ketika bersantai di pesisir pantai atau discovery area tersebut. Namun, satu hal lagi yang mengganggu Kiba ketika melihat banyak rombongan atau keluarga piknik termasuk Pantai Tanjung Siambang yang baru, sudah mulai banyak sampah berterbangan eh berserakan. Helo.... saat ini kita sudah belajar bagaimana sampah itu tidak memiliki kaki dan tangan untuk berjalan ke tempat sampah. Hal ini sepele bukan? Tetapi ini masih “budaya” masyarakat kita yang masih tidak peduli terhadap kebersihan dan keindahan tetap terjaga.


Come on! Bukan hanya kamu saja lho yang ingin menikmati keindahan sejam, dua jam sehari, tetapi banyak yang lain yang hingga ke generasi berikutnya yang ingin melihat keindahan Indonesia, khususnya Tanjungpinang dan juga kunang-kunang masa kecilku.

Salam dan Tetap Bahagia



No comments:

Post a Comment

Hi Terimakasih Sudah bersedia mampir di Kitabahagia.com Tinggalkanlah jejak manis agar kiba bisa berkunjung balik. Asalkan jangan memberikan link hidup dan spam ya... Salam Bahagia


Follow by Email

Teman yang Bahagia

Google+ Followers

Subscribe